Dibalik Pertunjukkan Drama yang Menakjubkan
Mungkin banyak orang mudah untuk menilai sebuah pertunjukkan drama itu bagus . Terkadang orang tersebut pernah bertanya dalam hati mereka. Bagaimana pertunjukkan itu sangat menakjubkan? bagaimana proses dibalik pembuatan sebuah pertunjukkan itu? mungkin anda sepintas pernah mengucapkan "bagaimana bisa?" itu hal yang mustahil. Jika memang anda pernah tersirat untuk bertanya seperti itu mungkin jawabanya bisa mudah bisa sulit. Itu tergantung pembawaan dari sutradara. Berikut beberapa rahasia dibalik suksesnya sebuah pertunjukkan:
1. Pemilihan Naskah
Pemilihan sebuah naskah itu sendiri bisa mengambil dari naskah jadi (milik orang lain) ataupun naskah yang dibuat sendiri namun, jika naskah buatan sendiri memiliki kelemahan yaitu akan memperpanjang waktu jadwal pementasan. Dalam pemilihan naskah harus mempertimbangkan beberapa hal yaitu: a. latar belakang, b. sinopsis (agar mudah mememahami cerita bagaimana alurnya kita wajib menulis sinopsis terlebih dahulu), c. alasan pemilihan naskah (mengapa memilih naskah tersebut kemudian kita harus membacanya sampai tahu moral dari cerita itu apa yang akan disampaikan?), d. moral cerita dan edukasi (didalam cerita tentu ada amanat yang tersirat maupun tersurat kemudian keunikan dan nilai pendidikan yang akan kita sampaikan itu harus jelas), e. tema cerita (tema sangat berbeda dengan moral, tema merupakan ide pokok yang akan disampaikan), f. gagasan pertunjukkan (setelah sutradara membaca dan memahami ceritanya maka sutradara akan memberikan sesuatu yang menonjol dalam sebuah cerita tersebut).
2. Memilih pemain yang sesuai karakter-karakter yang akan dimainkan.
dalam sebuah cerita ada 3 peran yang paling dominan yaitu antagonis, protagonis dan tritagonis. antagonis merupakan tokoh jahat yang selalu menjahati pemain protagonis. protagonis merupakan peran kebalikan dari antagonis. kemudian peran tritagonis ini merupakan pemeran pendamping yang selalu membantu pemeran protagonis atau orang ke tiga dalam cerita. maka dari sini sang sutradara harus lebih jeli agar pemain yang memainkan peran sesuai dengan karakter dalam cerita.
3. Menganalisis dasar
Tugas dari sutradara juga menganalisa apakah sudah sesuai jalan ceritanya, settingnya serta pemainnya dengan keinginan si penulis cerita.
setelah ketiganya sudah dilakukan kemudian sutradara wajib membuat konsep penggarapan pertunjukkannya. ada beberapa konsep penggarapan yaitu:
# Make Up
Make up diperlukan untuk membantu memperkuat karakter tokoh dan bagaimana keadaan fisik tokoh dalam cerita tersebut
# Alat Musik dan Musik
musik dapat membantu untuk membangun suasana dalam cerita. baik itu suasana bahagia, haru, sedih dll. sutradara perlu mempertimbangkan alat musik apa saja yang akan digunakan untuk membangun suasana dalam cerita. entah itu tradisional, modern ataupun kontemporer
# Kostum
Kostum ini juga dapat membantu memperkuat karakter tokoh dan memunjukkan tokoh apa yang sedang ia mainkan
# Setting Panggung
Ada beberapa setting panggung yang digunakan. ada realistik (panggung yang benar-benar menunjukkan sebuah tempat benda-bendanya nyata), ada simbolis (panggung disetting hanya simbol nya saja), kemudian yang terakhir ada surealistik (panggung yang disetting tidak nampak dimana tempat itu terjadi)
# Lighting
sutradara juga harus menentukan bagaimana pencahayaan panggung. apakah dibuat lampu menyala terus atau menggunakan black out (main suasana).
Sikap sutradara juga menentukkan saat berproses. Sikap yang harus ditunjukkan sebagai sutradara yang baik yaitu:
1. Mempunyai komitmen pada dirinya untuk menggali naskah serta mengoptimalkan, sikap sutradara yang memiliki komitmen ini sangat berpengaruh terhadap proses penggarapan. bila surtradara tidak memiliki sikap komitmen maka proses yang dilakukan tidak akan berlangsung secara cepat dan lancar.
2. Jujur pada pemain dan terbuka, sikap jujur dan terbuka pada pemain biasanya akan mempererat hubungan antara sutradara dan pemian sehingga terbentuk kemistri yang kuat.
3. Menjadi motivator dan penggerak / mencontohi, sikap ini diperlukan untuk menanamkan semangat untuk para pemain. bila pemain belum bisa memainkan perannya maka sutradara tidak boleh memaksa. lebih baik sutradara memberikan contoh terlebih dahulu agar pemain dapat menggambarkan karakter yang akan dimainkan.
4. Menerima dan menguji masukkan, sebagai sutradara kita tentu harus siap menerima masukkan ide dari para pemain. setelah menerima masukkan tersebut ada baiknya kita juga menguji masukkan itu apakah dapat digunakkan ataupun tidak.
nah, itu beberapa proses penggarapan pertunjukkan yang dapat kita lihat hasilnya yang menarik dan menakjubkan. semoga dengan ini kita juga dapat mempelajarinya.
semoga bermanfaat gaesss... terima kasih. saran dan kritikan diperlukan bagi penulis untuk penyempurnaan informasi ini.
Komentar
Posting Komentar